Beranda > Berita
FAKULTAS SYARIAH UIN DATOKARAMA PALU GELAR SEMINAR INTERNASIONAL BAHAS RESPONS MAQASHID SYARIAH TERHADAP PROBLEMATIK EKOLOGIS
Beranda > Berita
FAKULTAS SYARIAH UIN DATOKARAMA PALU GELAR SEMINAR INTERNASIONAL BAHAS RESPONS MAQASHID SYARIAH TERHADAP PROBLEMATIK EKOLOGIS
UIN Datokarama Palu melalui Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu menggelar Seminar Internasional bertema "Respons Maqashid Syariah terhadap Problematika Ekologis di Indonesia" di Auditorium UIN Datokarama Palu, Kamis (21/05/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Universitas dan Fakultas, civitas akademika, mahasiswa internal kampus, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu. Seminar Internasional tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa tema Maqashid Syariah sangat penting dan relevan dalam menjawab tantangan kehidupan modern, khususnya persoalan ekologis dan kerusakan lingkungan.
Menurutnya, Maqashid Syariah tidak hanya berorientasi pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, tetapi juga harus mampu mengarahkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan. "Tidak ada jalan lain, kita harus memasukkan nilai-nilai agama agar alam ini tetap terjaga," ujarnya. Seminar internasional ini menghadirkan narasumber utama, Dr. M. Mohamed Abdelaziz Abdelkader atau yang akrab disapa Syekh Ishom, asal Alexandria Mesir, dengan didampingi penerjemah KH. Aliasyadi dan dipandu moderator Dr. Ali Imron.
Seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademik dalam merespons krisis ekologis yang semakin nyata, mulai dari kerusakan lingkungan, perubahan iklim, hingga menurunnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Melalui pendekatan Maqashid Syariah, forum ilmiah ini berupaya menghadirkan perspektif keislaman yang relevan dalam menjaga keseimbangan kehidupan manusia dan lingkungan. Dekan Fakultas Syariah, Dr. Mayyadah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Syekh Ishom untuk berbagi ilmu dan pemikiran kepada civitas akademika. Menurutnya, kehadiran narasumber asal Mesir yang juga Pakar Fiqih dan Ushul tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Fakultas Syariah dengan STIQ Isy Karima dalam memperkuat jejaring akademik internasional.
Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Datokarama Palu yang terus mendorong penguatan tradisi keilmuan dan atmosfer akademik di lingkungan kampus. Dalam pemaparannya, Syekh Ishom menjelaskan bahwa kunci utama menjaga lingkungan terletak pada penggunaan akal yang sehat. Menurutnya, manusia dianugerahi akal oleh Allah SWT agar mampu membedakan antara tindakan yang membawa kemaslahatan dan kerusakan. Ia menegaskan bahwa manusia yang mampu menggunakan akalnya dengan baik akan menjaga lingkungan dan menciptakan kemanfaatan bagi kehidupan. Sebaliknya, ketika akal tidak digunakan secara sehat dan bijaksana, manusia cenderung melakukan kerusakan terhadap alam. Selain itu, narasumber juga menyinggung perkembangan teknologi modern, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial yang semakin memudahkan aktivitas manusia.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan nilai agama, akhlak, moralitas, serta ketaatan terhadap aturan dan norma yang berlaku. Melalui seminar internasional ini, Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kebutuhan hidup, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral, keagamaan, dan peradaban manusia demi keberlangsungan generasi masa depan. "Menjaga bumi bukan hanya tugas sosial, tetapi juga bagian dari ikhtiar keagamaan dalam mewujudkan kemaslahatan bersama."