Beranda > Berita
FAKULTAS SYARIAH UIN DATOKARAMA PALU GELAR SEMINAR NASIONAL, TEKANAN PERAN ETIKA DALAM DEMOKRASI
Beranda > Berita
FAKULTAS SYARIAH UIN DATOKARAMA PALU GELAR SEMINAR NASIONAL, TEKANAN PERAN ETIKA DALAM DEMOKRASI
Palu – Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu menggelar Seminar Nasional dalam rangka menyongsong Dies Natalis ke-59 tahun 2026, Selasa (28/04/2026), di Aula Pascasarjana UIN Datokarama Palu. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan partisipasi luring dan daring. Seminar mengusung tema "Merawat Daulat Rakyat, Mewujudkan Pemerintahan yang Beretika" sebagai upaya memperkuat nilai demokrasi yang tidak hanya berlandaskan prosedur, tetapi juga etika dan tanggung jawab publik. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman S. Thahir, M.Ag., didampingi Wakil Rektor I, Dr. Hamka, M.Ag. Hadir pula para pimpinan Fakultas Syariah, Direktur Pascasarjana, Ketua LPM, Ketua Senat, Wakil Dekan II FTIK, dosen, serta mahasiswa.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Dr. Mayyadah, Lc., M.H.I., mengikuti kegiatan secara daring dari Ambon, Maluku, karena menghadiri Forum Dekan. Seminar menghadirkan narasumber Dr. Sahran Raden, M.H., Dosen Hukum Tata Negara yang juga menjabat Ketua LPPM UIN Datokarama Palu, serta Dr. Ratna Dewi Pettalolo, S.H., M.H., Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP RI). Diskusi dipandu oleh moderator Andia Musfira, S.H., M.H., dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa merawat daulat rakyat tidak hanya berkaitan dengan sistem demokrasi, tetapi juga menuntut integrasi antara hukum dan etika. Ia menekankan bahwa dalam perspektif syariah, kekuasaan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan. Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis Fakultas Syariah dalam dunia akademik. Menurutnya, pengelolaan pendidikan di Fakultas Syariah harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya ahli di bidang hukum, tetapi juga menjadi penjaga moral hukum.
Proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teks, melainkan mampu membaca konteks sosial serta memperjuangkan keadilan substantif di tengah masyarakat. "Fakultas Syariah memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya menegakkan legalitas, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial. Di tangan akademisi dan mahasiswa, masa depan hukum dan etika publik dipertaruhkan," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa merawat daulat rakyat berarti menjaga kepercayaan publik, sementara mewujudkan pemerintahan yang beretika menuntut agar kekuasaan tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga bermakna secara substansial. Melalui seminar ini, Fakultas Syariah diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan dan beretika, sekaligus menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.